Roket NASA Tabrak Satelit Bumi

Untuk membuktikan teori bahwa Bulan memiliki simpanan air atau bahkan es, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan menabrakkan satelit L-Cross (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite) ke Bulan dengan kecepatan 9.012 kilometer per jam, Jumat (9/10).

Kedahsyatan tabrakan itu diperkirakan akan sekuat ledakan 1,5 ton bahan peledak TNT. Tabrakan itu akan meninggalkan bekas dalam bentuk lubang atau kawah yang baru. Jika memang Bulan memiliki kandungan air, NASA memperkirakan akan ada cipratan air setelah tabrakan.

NASA berasumsi, kandungan air atau es itu tersimpan jauh di bawah permukaan Bulan yang tandus. Satelit L-Cross yang diluncurkan Juni lalu dan ditempelkan pada roket seberat 2,2 ton itu akan menabrak Bulan pada pukul 07.31 waktu setempat.

Namun, sebelum tabrakan, roket yang menempel L-Cross akan dilepas. Setelah tabrakan L-Cross diarahkan kembali ke Bumi membawa foto-foto dampak tabrakan.

“Ini akan menjadi peristiwa spektakuler,” kata Manajer Proyek L-Cross Dan Andrews. Hanya dalam waktu satu jam setelah tabrakan, para peneliti bisa segera membuktikan teori kandungan air di Bulan. (AP/LUK)

From: Kompas

Ternyata Kulit Punya Telinga

KOMPAS.com — Tak hanya dengan telinga, menurut penelitian terbaru, kita ternyata juga bisa mendengarkan lewat kulit. Berdasarkan percobaan bersama para sukarelawan yang mendengarkan suku-suku kata tertentu, sementara udara diembuskan pada kulit mereka, terbukti bahwa otak manusia menerima dan menyatukan informasi dari berbagai indra untuk membentuk gambaran daerah sekitar.

Disandingkan dengan penelitian-penelitian baru lainnya, penemuan ini menyentil pandangan tradisional tentang cara kita mengamati sekeliling kita.

“Penemuan ini jauh berbeda dari pendapat-pendapat tradisional yang mengatakan bahwa karena kita punya mata maka kita pikir kita melihat informasi visual, dan karena punya telinga maka kita mendengar informasi audio. Pendapat ini agak menyesatkan,” kata peneliti Bryan Gick dari Universitas British Columbia, Vancouver.

“Penjelasan yang lebih tepat adalah karena kita punya otak maka kita bisa mengamati, bukan karena kita punya mata dan telinga untuk melihat dan mendengar.”

Dengan kemampuan seperti ini, Gick memandang manusia sebagai “alat pengamat dengan seluruh tubuh”.

Penelitian ini, yang dibiayai oleh Natural Sciences, Dewan Ilmu Teknik Kanada dan Institut Nasional Kesehatan (Kanada), dijabarkan dalam jurnal Nature edisi 26 November.

Cara pengamatan kita

Hasil kerja Gick berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kita bisa melihat suara dan mendengar cahaya, walaupun kita tak menyadarinya. Menurut Gick, penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa, bila kita mengamati bibir orang lain bergerak dan kita menyangka orang itu berbicara, maka daerah pendengaran otak kita menjadi aktif.

Para ilmuwan menjelaskan kemampuan pengindraan seperti itu sebagai hasil dari pengalaman. Karena kita sering melihat dan mendengar orang berbicara, selayaknya kita belajar menyatukan yang terlihat dengan yang terdengar.

Penjelasan alternatifnya ialah adanya suatu kemampuan tersembunyi. Maka dari itu, Gick dan koleganya, Donald Derrick, yang juga dari Universitas British Columbia, mempelajari dua indra yang biasanya tidak disandingkan, yaitu pendengaran dan peraba, untuk melihat dasar dari persepsi.

Bagaimana kulit mendengar

Tim penelitian melakukan fokus pada suara-suara yang mengeluarkan embusan napas ketika diucapkan, seperti “pa” dan “ta”, dan juga suara-suara tanpa embusan, seperti “ba” dan “da”.

Para partisipan yang matanya ditutup mendengarkan suara pria yang mengucapkan keempat suku kata itu dan harus menekan tombol untuk menjawab, apakah suara yang mereka dengar itu “pa”, “ta”, “ba”, atau “da”. Para partisipan terbagi dalam tiga kelompok, masing-masing 22 orang. Grup pertama mendengarkan semua suku kata itu sementara udara diembuskan ke tangan mereka. Grup kedua dengan hembusan ke leher. Adapun grup ketiga tanpa embusan sama sekali.

Sekitar 10 persen dari total kejadian adalah, ketika udara diembuskan ke kulit, para partisipan salah menebak suku kata yang mestinya tidak berembusan sebagai yang berembusan. Jadi, ketika “ba” diucapkan, partisipan yang menerima embusan udara mengira mereka mendengar “pa”. Grup pengendali tidak menunjukkan terjadinya salah tangkap seperti itu.

Penelitian lanjutan, saat para partisipan disentuh kulitnya, bukan diembuskan udara, menunjukkan bahwa tak terjadi kesalahan antara suara yang memiliki embusan atau tidak.

Selanjutnya, Gick sedang bekerja dengan sejumlah ilmuwan dari Universitas California, San Fransisco, untuk menemukan bagaimana otak bisa menyatukan berbagai indra.

Kaktus, Saingan PLN Kita?


Jangan heran, ini berita betulan, ini betul-betul berita. Saat ini para ilmuwan sedang berkutat mencari terobosan sumber energi terbarukan, dan salah satu pilihannya adalah dengan menggunakan KAKTUS, tanaman berduri yang sering menjadi tanaman penghias rumah kita. Kok bisa?

Pada semua tumbuhan hijau, termasuk kaktus, terjadi proses fotosintesis yang memungkinkan tumbuhan mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Dari pelajaran IPA kita tahu bahwa dalam proses fotosintesis, karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari akan diubah menjadi oksigen dan gula (glukosa). Glukosa dan oksigen inilah yang akan dipakai untuk menjadi sumber energi listrik dengan bantuan dua elektroda enzym yang dimodifikasi (disebut biofuel cell). Kedua elektroda tersebut, yang sangat sensitif dengan keberadaan glukosa dan oksigen, ditancapkan pada daun kaktus dan disambungkan ke sebuah lampu…dan sim salabim, lampupun menyala.

Energi listrik yang dihasilkan oleh biofuel cell ini memiliki daya 9 mikroW/cm2. Karena besar kecilnya daya ini bergantung lurus dengan intensitas cahaya, maka iluminasi cahaya yang lebih kuat dapat meningkatkan hasil fotosintesis (glukosa dan oksigen), yang pada akhirnya meningkatkan daya energi listrik yang dihasilkan.

Wah, bisa dibayangkan, nanti rumah kita akan indah sekali dipenuhi dengan kaktus yang disambungkan ke berbagai perangkat listrik di rumah. Benar-benar segar di mata, di udara (karena hasil fotosintesis yang berupa oksigen sangat diperlukan untuk pernafasan kita), dan pastinya…bebas polusi! Sungguh saingan berat PLN di kemudian hari…

www.kompasiana.com

Si Loreng Yang Terancam Punah

HARIMAU sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah satu-satunya subspesies harimau yang masih tersisa di Indonesia setelah punahnya harimau bali pada 1930-an, serta harimau jawa sejak 1980-an.

Harimau dikagumi sekaligus ditakuti sebagai lambang kekuatan dan kebuasan alam. Gerakannya gesit, lentur, kuat, dan anggun. Harimau sumatera terancam akibat kerusakan habitat dan perburuan liar untuk mengambil kulit lorengnya, serta mengambil bagian tubuhnya untuk pengobatan tradisional.

Status:

1. Terancam Kritis/Critically Endangered (IUCN Red List)
2. Dilindungi UU RI No 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya
3. Jumlah: 400-500 ekor di alam bebas, 232 ekor di penangkaran/kebun binatang

Klasifikasi ilmiah

- Kingdom: Animalia
- Filum: Kordata
- Kelas: Mamalia
- Ordo: Karnivora
- Familia: Felidae
- Genus: Panthera
- Spesies: P tigris
- Subspesies: P t sumatrae

Ciri:

Harimau sumatera adalah subspesies terkecil dari harimau yang masih ada sekarang.
Ukuran rata-rata harimau sumatera:
Jantan: Panjang: 234 cm, Berat: 136 kg
Betina: Panjang: 198 cm, Berat: 91 kg

1. Ukuran tubuhnya yang ramping memungkinkan ia bergerak gesit di rimba.
2. Tidak seperti tungkai depan polos harimau siberia, harimau sumatera memiliki loreng di tungkai depannya.
3. Telapak kakinya berselaput jika direnggangkan, untuk berenang cepat.
4. Cakar dan tungkai yang kuat untuk menerkam dan mencabik mangsa.
5. Harimau sumatera jantan memiliki janggut, misai, dan rambut leher yang lebih panjang dari harimau jenis lain.
6. Loreng harimau sumatera lebih tebal dan gelap daripada jenis lain. Berfungsi untuk kamuflase; tersamar di antara bayangan pohon di lantai hutan. Akibat keindahan kulitnya, harimau diburu.

Kembang Biak

Harimau betina selama hidup dapat melahirkan sekitar 30 anak (sekali melahirkan 1- 6 ekor). Setiap tahun harimau betina bisa hamil dengan masa kehamilan 102-110 hari. Ukuran tubuhnya yang ramping memungkinkan ia bergerak gesit di hutan rimba.

Makanan

Di alam liar, harimau biasa memangsa mamalia berkuku seperti babi hutan, tapir, dan rusa. Seekor harimau rata-rata membutuhkan 6-7 kg daging per hari (dapat menghabiskan 40 kg sekali makan).

Habitat

Harimau sumatera hidup di hutan tropis dataran rendah hingga pegunungan, rawarawa bakau, dan semak-semak. Hanya hidup di Sumatera dan tersebar di sembilan dari sebelas Taman Nasional di Sumatera.

Habitat harimau terancam oleh perambahan hutan dan perluasan perkebunan kelapa sawit. Harimau betina dapat menjelajahi kawasan seluas 20 km persegi, sedangkan harimau jantan sekitar 60-100 km persegi.

Konflik dan ancaman

Sepanjang 1996-2004 telah terjadi lebih dari 152 konflik dengan manusia akibat rusaknya habitat harimau. Ratusan ekor harimau terbunuh, 25 orang tewas, puluhan terluka parah, dan ribuan ternak dimangsa.


Penyebab Kemusnahan Harimau:
1. Perburuan liar yang mengambil bagian tubuh harimau untuk pengobatan tradisional
2. Kerusakan habitat yang berakibat harimau terbunuh dalam konflik dengan manusia

Upaya perlindungan harimau
1. Melindungi habitat harimau
2. Memberantas perdagangan harimau dan menangkap pedagang/pemasok
3. Menutup tempat penjualan produk harimau

Punahnya harimau Jawa dan Bali

Harimau bali (Panthera tigris balica) dinyatakan punah pada 27 September 1937 setelah terbunuhnya seekor harimau betina dewasa di Sumbar Kima, Bali Barat. Kemungkinan besar harimau jawa (Panthera tigris sondaica) pun telah punah sejak tahun 1980-an. Hal ini merupakan kerugian luar biasa bagi keanekaragaman
hayati Indonesia dan dunia.

Harimau Sumatera Spesies Berbeda?

Penelitian yang dipublikasikan oleh Animal Conservation (Juni 1998) menyimpulkan bahwa harimau sumatera adalah spesies yang paling berbeda dari harimau jenis lain. Penelitian dilakukan oleh tim riset program Lewis B dan Dorothy Cullman untuk studi molekular sistematik, The New York Botanical Garden, dan American Museum of Natural History. Harimau sumatera dianggap salah satu dari 6 subspesies yang kini masih ada, sementara 3 subspesies telah punah.

Rangkaian DNA mitokondria menunjukkan bahwa harimau sumatera memiliki tiga penanda genetik yang tidak dimiliki oleh jenis lain. Hal ini mendukung hipotesis bahwa harimau sumatera terdeferensiasi karena terisolasi akibat naiknya permukaan laut 6.000-12.000 tahun yang lalu.

Perdagangan Ilegal Organ Tubuh Harimau

Perlindungan hukum Indonesia gagal melindungi harimau sumatera dari perdagangan ilegal. Taring, cakar, kulit, kumis, dan tulang harimau dijual di 10 persen dari 326 tempat penjualan di 28 kota di Sumatera yang disurvei Traffic pada 2006. Diperkirakan 23 ekor harimau telah dibunuh. Jumlah ini turun dari perkiraan 52 ekor yang dibunuh per tahun pada periode 1999-2002. Penurunan ini akibat telah berkurangnya harimau di alam liar.

Ditulis dalam Ilmiah. 1 Komentar »

Tahun Datangnya UFO Ke China

Astronom China, Wang Sichao memprediksi kedatangan mahluk luar angkasa atau unidentified flying object (UFO) dalam dua tahun, 2011 atau 2012.

Wang yang juga ahli planet-planet kecil mengeluarkan spekulasi ini pasca beberapa laporan penampakan UFO atau benda aneh di langit beberapa wilayah di China seperti Zhejiang, Hunan, Chongqing dan Xinjiang sejak bulan lalu.

Pernyataan Wang didasarkan fakta bahwa, “Keberadaan 2,5 miliar planet — termasuk di Galaksi Bimasakti, sangat mungkin ada kehidupan dan peradaban berteknologi di sana.”

“Antara Bumi dan peradaban luar angkasa itu baru dalam tahap pendekatan primer,” tambah Wang.

Pernyataan astrofisikawan ternama, Stephen Hawking April lalu bahwa kedatangan Alien akan berdampak buruk bagi manusia dibantah Wang. Kata dia, masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan.

Wang mendesak para ilmuwan untuk merancang dan membuat teleskop berteknologi lebih maju — untuk mengamati benda terbang aneh yang muncul tiba-tiba. Kadang hanya dalam hitungan detik.

China pernah dihebohkan oleh penampakan benda misterius Rabu 7 Juli 2010 malam. Penampakan cahaya terang itu bahkan sempat mengganggu penerbangan. Benda itu diduga UFO.

Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China, sempat ditutup selama beberapa jam.

Belum dipastikan apa sebenarnya benda tersebut, namun Pakar senjata MIT, Geoffrey Forden mengatakan benda bercahaya itu diduga misil balistik China. Sementara, para ahli China menyimpulkan itu pesawat terbang biasa.

Sebelumnya, pada Minggu 18 April 2010 malam, penampakan benda misterius terang benderang terlihat di Chengdu.

Benda terang itu sempat berhenti, menggantung di udara selama beberapa menit. Lalu, tiba-tiba ia bergerak dengan kecepatan lebih lambat dari pesawat udara biasa. Sekitar pukul 20.51. kata saksi mata, Zhang, benda itu menghilang.

Sumber

Ditulis dalam Alien, Gadget, Ilmiah. 1 Komentar »

Indahnya Matematika

INDAHNYA MATEMATIKA

1 x 8 + 1 = 9

12 x 8 + 2 = 98

123 x 8 + 3 = 987

1234 x 8 + 4 = 9876

12345 x 8 + 5 = 98765
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ilmiah. 5 Komentar »

Atlantis Ada di Indonesia?

Atlantis di Indonesia?

MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?
Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ilmiah. 1 Komentar »

Apakah Yeti Benar-benar Ada?

Makhluk Bernama Yeti Hanyalah Kekeliruan Bahasa?

Sebuah keributan sempat meletup di Nepal setelah seorang ahli bahasa-bahasa Himalaya berkebangsaan Jepang menegaskan bahwa makhluk misterius yang disebut yeti sebenarnya tidak lebih dari kekeliruan identitas karena kemiripan bahasa.

Dr Matako Nabuka, dalam suatu konferensi pers di Tokyo, mengatakan yeti bukanlah kera misterius atau makhluk berbulu lebat dan berjalan tegak yang hidup di ketinggian Himalaya. “Yang dimaksudkan dengan yeti sesungguhnya adalah beruang cokelat Himalaya, yang dalam dialek lokal Tibet disebut meti,” ujar Nabuka. “Namun orang kemudian keliru memahami sebutan itu dan menganggapnya sebagai makhluk misterius lain. Parahnya, cerita tersebut meluas dan dipercaya banyak orang.”

Dr Nabuka sendiri adalah seorang peneliti dan pendaki gunung yang sudah menghabiskan waktu sekitar 12 tahun di Nepal, Tibet dan Bhutan. Ia mengaku pernah memimpin berbagai riset untuk mencari yeti, kera besar yang hidup di gua-gua salju Pegunungan Himalaya, namun hasilnya nol besar. “Orang-orang yang mengaku pernah melihatnya pun tidak pernah datang dengan membawa bukti. Tidak seorangpun berhasil membuktikan keberadaannya,” ujar Nabuka.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ilmiah. 1 Komentar »

Spesies Baru Yang Bisa Hidup Di Air Mendidih

Beberapa ilmuwan India telah menemukan mikro-organisme yang disebut “extremophiles”, yang dapat bertahan hidup di dalam air mendidih dan radiasi sinar ultraviolet.

Menurut laporan tabloid setempat Mail Today, para ilmuwan tersebut menemukan mikro-organisme itu pada ketinggian 40 kilometer di atas permukaan Bumi.
Baca entri selengkapnya »

Tahun 200 SM, Ternyata Sudah Ada Pesawat Terbang!

Gambar Pesawat dari gua

IDE PESAWAT TERBANG, ternyata sudah ditemukan 200 tahun SM. Artinya, sebelum 1 Masehi, sudah ada yang “membayangkan” bakal ada pesawat yang bisa terbang seperti sekarang ini.

Salah satu buktinya adalah Gambar-gambar yang ditemukan pada balok atas penyangga langit-langit sebuah ruangan kuil kerajaan Mesir Kuno, yang lokasinya berada di Abydos, beberapa ratus mil sebelah selatan Kairo dan plato Giza. Objek-objek pada gambar tersebut, dilihat dari perlengkapan fisiknya adalah pesawat yang dioperasikan di dalam lapisan berudara seperti di permukaan bumi, bukan untuk ruang angkasa yang hampa udara. Karena itu digunakan sayap samping dan ekor serta baling-baling. Kuil Abydos ini dibangun untuk Dewa Osiris oleh firaun Mesir kuno, Seti I (1306-1290 SM) dan diselesaikan oleh penerusnya, Ramses II.
Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.